DIALEKSIS.COM | Opini - Polemik yang mengiringi debat kandidat Pilkada Aceh 2024, khususnya dalam perebutan kursi gubernur dan wakil gubernur, mencerminkan kompleksitas dinamika sosial-politik yang terjadi di Aceh. Fenomena ini tidak hanya berhubungan dengan proses demokrasi formal, tetapi juga menyentuh relasi kekuasaan, solidaritas sosial, serta potensi fragmentasi sosial di masyarakat Aceh.
DIALEKSIS.COM | Aceh Besar - Menjelang hari pencoblosan Pilkada Aceh Besar, persaingan antar pasangan calon bupati dan wakil bupati semakin memanas. Empat pasangan calon terus berlomba-lomba meraih dukungan dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, kalangan politisi, ulama, dayah, hingga komunitas lokal.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Menjelang perhelatan Pilkada, berbagai strategi politik mulai bermunculan. Salah satu yang menarik perhatian adalah framing menyalahkan penyelenggara pemilu. Strategi ini dipandang sebagai langkah taktis kandidat untuk membangun narasi yang bisa digunakan jika hasil tidak sesuai harapan.
DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Kota Meulaboh, yang terletak di pesisir barat Aceh, semakin menunjukkan potensinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Berdasarkan dokumen sumber dari Kementerian PPN/Bappenas tahun 2023, Meulaboh diusulkan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
DIALEKSIS.COM | Opini - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh semakin dekat. Pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakilnya tinggal beberapa hari lagi. Sudah menjadi lazim, suhu politik semakin memanas, dengan berbagai manuver dan strategi politik. Namun, di tengah hiruk-pikuk politik ini, ada fenomena yang cukup mengkhawatirkan, yaitu hilangnya gagasan dan ide-ide segar dalam membangun Aceh.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Menuju Pilkada 2024, sorotan intens kembali mengarah pada peran kandidat perempuan dalam panggung politik. Dalam pandangan Raihal Fajri, Direktur Eksekutif Katahati Institute, para perempuan dapat menunjukan eksistensinya di ruang politik melalui jalur Pilkada bagian dari memperjuangkan hak-hak perempuan dan kelompok rentan di pemerintahan.
DIALEKSIS.COM | Nasional - Sejumlah daerah di Provinsi Aceh akan menjadi saksi dari pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Pada tanggal 27 November 2024. Jadwal dan regulasi terkait tahapan Pilkada telah ditetapkan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2024.
DIALEKSIS.COM | Analisis - Artikel ini akan memberikan gambaran para kandidat gubernur Aceh yang berpotensi berkompetisi di Pemilu 2024. Kajian ini akan menilai peluang para kandidat serta mencermati modalitas politiknya. Ulasan dari tema tulisan mengunakan gaya deskriptif analitik untuk menguraikan dinamika jelang Pilkada di bumi Serambi Mekah yakni Provinsi Aceh.
Dari uraian kondisi akan dapat dilihat kans kemenangan sosok yang berpotensi maju di Pilkada Aceh, tetapi itu sangat tergantung cara mengkapitalisasikan modalitas politiknya mereka sendiri. Intinya modal politik harus dimiliki ketika ingin menang berkompetisi Pilkada 2024 di Aceh, meliputi; modal sosial, modal jejaring, dan modal finansial. Ketiga hal itu wajib dimiliki siapa pun sosok yang ambisi ingin menjadi orang nomor satu di Aceh.
Aceh satu satunya provinsi yang tidak terputus pesta demokrasinya. Sudah melalui Pilkada 2017, tahun ini 2018 kembali melangsungkan Pilkada untuk tiga kabupaten/kota, yaitu Aceh Selatan, Pidie Jaya, dan Subulussalam.